Tuesday, July 28 2026

Eva Putriya Hasanah Melahirkan seharusnya menjadi momen ketika seorang perempuan mendapatkan perhatian, perlindungan, dan kesempatan untuk memulihkan dirinya. Namun dalam banyak budaya, masa nifas justru dipenuhi oleh serangkaian aturan yang harus dipatuhi. Tidak boleh tidur pagi. Tidak boleh makan makanan tertentu. Tidak boleh keramas. Tidak boleh keluar rumah. Tidak boleh ini, tidak boleh itu. Menariknya,

Semula antropologi mengkaji perilaku individu-individu dengan berbagai kehidupannya yang berbeda dengan orang barat. Ada yang datang ke Turki, lalu menggambarkan perilaku orang bersembahyang di Turki. Lalu cerita-cerita itu ditulis. Datang orang lain memperoleh hal yang sama, dan kemudian terus dikaji dalam kaitannya dengan keyakinan atau believe, upacara-upacara keagamaan atau ritual dan ekspresinya dalam berhadapan dengan

Eva Putriya Hasanah Bagi jutaan orang, pertandingan sepak bola adalah hiburan. Stadion bergemuruh, layar televisi dipenuhi sorak sorai, dan jalanan dipadati pendukung yang merayakan kemenangan atau meratapi kekalahan tim kesayangannya. Namun, bagi sebagian perempuan di Inggris, malam pertandingan justru menjadi waktu yang paling mengkhawatirkan. Bukan karena hasil pertandingan, melainkan karena meningkatnya risiko mengalami kekerasan di

Saya tidak pernah lelah untuk berbicara pendidikan, apalagi hal tersebut terkait dengan pendidikan Islam. Selama ada kesempatan saya membicarakan tentang pendidikan Islam, khususnya pendidikan tinggi Islam di pesantren, pasti saya akan membicarakannya, apakah dalam bentuk sarasehan, diskusi ataupun orasi di dalam kegiatan-kegiatan terstruktur di pesantren. Pada Hari Selasa, 14 Juli 2026, saya diundang oleh Ketua

Padang, 22 Juli 2026, -The 6th AICCON – International Communication Conference resmi diselenggarakan pada 22–24 Juli 2026 di Grand Zuri Premier, Padang, Sumatra Barat. Konferensi internasional yang mengangkat tema “Communication Transformation for Sustainable Communities: Policy, Culture, and Digital Futures” ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pengelola pendidikan tinggi komunikasi untuk mendiskusikan perubahan lanskap komunikasi dalam

Beberapa hari yang lalu, saya sempat saling kirim pesan melalui WhatsApp (WA), yang jika direnungkan itu sangat luar biasa. Kebetulan, beberapa hari sebelumnya, saya menguji pada ujian tertutup program Doktor Islamic Studies di UIN Syekh Ali Rahmatullah Tulungagung (UINSATU) berkaitan dengan dunia eskatologis. Yaitu dunia masa depan, dimulai dari akhir zaman sampai alam akherat. Yang

Pada waktu yang berdekatan, Senin 13/07/26, dan Rabo 15/07/2026, saya diminta untuk menguji disertasi tahap terbuka atau ujian promosi pada Doktor UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Ujian promosi Promovendus, Abd. Karim Amrullah, dengan penguji: Prof. Dr. Ahmad Syukri, Prof. Dr. Rahmi Hidayati, Prof. Dr. Nur Syam, Prof. Dr. Martinis Yamin, Prof. Dr. Muchtar, Prof. Dr.

Di tengah kesibukan yang tetap saja menumpuk, saya masih memprioritaskan atas pentingnya membangun birokrasi di Kementerian Agama (Kemenag) agar berada di dalam area Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Keduanya selalu menjadi bagian tidak terpisahkan dari tugas pokok dan fungsi dari seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) Kemenag, termasuk di Kankemenag Bangkalan.

Saya mendapatkan pesan melalui whatsApp yang dikirimkan oleh Habib Zaki Abdurahman Solo. Pesan melalui WA tersebut terkait dengan makna doa di antara dua sujud. Doa ini lalu saya jadikan sebagai bahan ceramah pada Hari Selasa, 7/7/26, pada Komunitas Ngaji Bahagia (KNB), yang setiap selasa menyelenggarakan acara ceramah dan diskusi dengan berbagai tema keagamaan. Saya sampaikan

Upaya pemerintah, khususnya Komisi Anti Korupsi (KPK) untuk mengembangkan Birokrasi Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tentu patut diapresiasi. Melalui upaya untuk melakukan kompetisi di berbagai Satuan Kerja atau satker di berbagai Kementerian/Lembaga, maka sesungguhnya diharapkan akan dapat menghasilkan contoh yang baik dalam mengembangkan birokrasi yang berwibawa. Ungkapan ini saya sampaikan

Oleh: Ahmad Shiddiq (Mahasiswa S1 2006-2010 dan S2 2011-2013 Sunan Ampel Surabaya) Di tengah hiruk pikuk birokrasi kampus, nama Prof. Nur Syam, selalu disebut dengan rasa hormat, bukan karena jabatannya, melainkan karena sikapnya. Beliau adalah Mantan Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya periode 2008–2012. Namun bagi Prof. Nur Syam, jabatan bukanlah tujuan akhir. Baginya, jabatan adalah

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimin, Sumenep, saya merasa sangat berbahagia sebab bisa bertemu dengan para Kiai dan juga alumni Pondok Pesantren ini. 30/06/2026. Acara ini memang didesain sebagai acara untuk mendatangkan para alumni dalam kaitannya dengan upaya pesantren untuk mengikat jaringan pesantren, alumni dan masyarakat. Saya bersyukur bisa bertemu dengan para

1 2 3 205