Padang, 22 Juli 2026, -The 6th AICCON – International Communication Conference resmi diselenggarakan pada 22–24 Juli 2026 di Grand Zuri Premier, Padang, Sumatra Barat. Konferensi internasional yang mengangkat tema “Communication Transformation for Sustainable Communities: Policy, Culture, and Digital Futures” ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pengelola pendidikan tinggi komunikasi untuk mendiskusikan perubahan lanskap komunikasi dalam
Beberapa hari yang lalu, saya sempat saling kirim pesan melalui WhatsApp (WA), yang jika direnungkan itu sangat luar biasa. Kebetulan, beberapa hari sebelumnya, saya menguji pada ujian tertutup program Doktor Islamic Studies di UIN Syekh Ali Rahmatullah Tulungagung (UINSATU) berkaitan dengan dunia eskatologis. Yaitu dunia masa depan, dimulai dari akhir zaman sampai alam akherat. Yang
Pada waktu yang berdekatan, Senin 13/07/26, dan Rabo 15/07/2026, saya diminta untuk menguji disertasi tahap terbuka atau ujian promosi pada Doktor UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Ujian promosi Promovendus, Abd. Karim Amrullah, dengan penguji: Prof. Dr. Ahmad Syukri, Prof. Dr. Rahmi Hidayati, Prof. Dr. Nur Syam, Prof. Dr. Martinis Yamin, Prof. Dr. Muchtar, Prof. Dr.
Di tengah kesibukan yang tetap saja menumpuk, saya masih memprioritaskan atas pentingnya membangun birokrasi di Kementerian Agama (Kemenag) agar berada di dalam area Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Keduanya selalu menjadi bagian tidak terpisahkan dari tugas pokok dan fungsi dari seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) Kemenag, termasuk di Kankemenag Bangkalan.
Saya mendapatkan pesan melalui whatsApp yang dikirimkan oleh Habib Zaki Abdurahman Solo. Pesan melalui WA tersebut terkait dengan makna doa di antara dua sujud. Doa ini lalu saya jadikan sebagai bahan ceramah pada Hari Selasa, 7/7/26, pada Komunitas Ngaji Bahagia (KNB), yang setiap selasa menyelenggarakan acara ceramah dan diskusi dengan berbagai tema keagamaan. Saya sampaikan
Upaya pemerintah, khususnya Komisi Anti Korupsi (KPK) untuk mengembangkan Birokrasi Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tentu patut diapresiasi. Melalui upaya untuk melakukan kompetisi di berbagai Satuan Kerja atau satker di berbagai Kementerian/Lembaga, maka sesungguhnya diharapkan akan dapat menghasilkan contoh yang baik dalam mengembangkan birokrasi yang berwibawa. Ungkapan ini saya sampaikan
Oleh: Ahmad Shiddiq (Mahasiswa S1 2006-2010 dan S2 2011-2013 Sunan Ampel Surabaya) Di tengah hiruk pikuk birokrasi kampus, nama Prof. Nur Syam, selalu disebut dengan rasa hormat, bukan karena jabatannya, melainkan karena sikapnya. Beliau adalah Mantan Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya periode 2008–2012. Namun bagi Prof. Nur Syam, jabatan bukanlah tujuan akhir. Baginya, jabatan adalah
Dalam acara yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimin, Sumenep, saya merasa sangat berbahagia sebab bisa bertemu dengan para Kiai dan juga alumni Pondok Pesantren ini. 30/06/2026. Acara ini memang didesain sebagai acara untuk mendatangkan para alumni dalam kaitannya dengan upaya pesantren untuk mengikat jaringan pesantren, alumni dan masyarakat. Saya bersyukur bisa bertemu dengan para
Artikel berjudul “Between Justice and Pragmatism: Operationalizing Islamic Ethics in Indonesia’s Foreign Policy on Palestine” karya Shahram Akbarzadeh. Tulisan ini terbit di Studia Islamika, tahun 2026. Studi ini merupakan tulisan penting untuk memahami bagaimana Indonesia mengartikulasikan etika Islam dalam kebijakan luar negeri, khususnya dalam isu Palestina dan krisis Gaza. Artikel tersebut tidak sekadar membahas dukungan
Prof. Dr. Nur Syam, MSi Ada yang menarik di sela-sela acara yang dilakukan di Kabupaten Sumenep. Ada empat acara yang saya ikuti, mulai pagi memberikan taushiyah tentang pendidikan pesantren pada para alumni Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimin, lalu bertemu para dosen STAI Nasy’atul Muta’allimin yang memiliki dua prodi, yaitu Prodi Ekonomi Syariah dan Prodi Tasawuf dan
Prof. Dr. Nur Syam, MSi Distingsi pendidikan Islam dan pendidikan pesantren sekurang-kurangnya sudah ditemukan body of knowledge atau sasaran kajian di antara keduanya. Demikian pula rumusan tentang epistemologi pada masing-masing bidang keilmuannya. Di dalam tulisan saya sebelumnya, saya gunakan istilah ada yang serba teks untuk pendidikan pesantren, khususnya Ma’had Aly, dan ada yang serba empiris
Banyuwangi — Tim peneliti MoRA The Airfund 2025 mengikuti salah satu rangkaian kegiatan Petik Laut Muncar 2026 di kawasan pesisir Muncar, Banyuwangi. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengamatan lapangan dalam riset bertajuk “Identitas Perempuan Madura Pesisir dalam Ruang Domestik dan Publik: Gender, Pendidikan, Kepemimpinan, Tradisi Bekerja, Digitalisasi, dan Perubahan Sosial di Tengah Kontestasi Otoritas Keagamaan

