Tuesday, October 13 2026

Eva Putriya Hasanah Dulu, ketika saya masih kecil, saya mengenal kehidupan desa sebagaimana adanya, rumah-rumah di sekitar saya sebagian besar terbuat dari bambu. Dindingnya dianyam dari bilah-bilah bambu, lantainya sederhana, dan beberapa bagian rumah dibiarkan memiliki celah yang memungkinkan udara bergerak bebas. Rumah-rumah itu tidak selalu luas, tidak dilengkapi berbagai perabot modern, dan jauh dari

Suatu kesempatan yang langka, bahwa saya bisa hadir dalam salah momen penting dalam tajuk International Conference yang diselenggarakan oleh ASEAN Academic Association (Aseanaca), pada 03/10/2026 di Grand Ballroom Ames Hotel Ayer Keroh Melaka, Malaysia. Sebuah konferensi Internasional yang diikuti oleh 18 PTN dan PTS di Malaysia dan Indonesia. Saya melihat ada utusan dari PTN dan

Oleh: Mochammad Adi SaputraMahasiswa Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam, UIN Sunan Ampel Surabaya Maulid Nabi Muhammad SAW semestinya menjadi momentum untuk mengingat kembali akhlak, perjuangan, dan keteladanan Rasulullah. Namun, bagaimana jika perayaan Maulid justru menghadirkan tontonan yang membuat masyarakat bertanya-tanya: ini sedang merayakan kelahiran Nabi atau sedang mempertontonkan sesuatu yang justru bertentangan dengan pesan keagamaan?

Salah satu kekeliruan saya yang utama adalah tidak datang untuk berkunjung ke rumahnya pada waktu saya sudah kembali ke Surabaya, pasca beberapa lama hidup di Jakarta. Saya tidak tahu apakah karena faktor kesibukan atau keletedoran atas guru dan kolega sewaktu bersama-sama membangun dan mengembangkan Fakutas Dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya pada  tahun 1987-2011. Saya adalah

Bertepatan dengan acara Konferensi Internasional yang diselenggarakan oleh ASEAN  Academic Association (ASEANACA), yang dipimpin oleh Prof. Dr. Tulus Suryanto di Hotel Ames, Ayer Keroh, Melaka, maka dilakukan upacara Penganugerahan Gelar Professor, pada Dr. Muhammad Zakki, Drs, SH., MSi, CMed, CICSS (Dosen Pada Universitas Sunan Giri Surabaya, Ketua Dewan Kopi Jawa Timur, Wakil Ketua KADIN Jawa

Sebuah kebanggaan sebagai seorang guru atau dosen adalah di kala ilmunya diperlukan untuk pengembangan intelektualitas  dari banyak institusi pendidikan di sebuah negara. Mungkin tidak perlu harus menjadi tokoh besar, yang pemikirannya benar-benar mempengaruhi lingkungan akademik di banyak tempat, akan tetapi cukuplah bahwa pemikiran tersebut dapat ditransformasikan di berbagai institusi pendidikan di lingkungan kementerian atau lembaga

Artikel berjudul “Negotiating Gender Roles in Pesantren Family: A Phenomenological Study of Husband-Wife Relationships in Traditional Madurese Pesantren” merupakan karya Abdillah Afabih, Nur Syam, Anis Humaidi, dan Yuniar Indra Yahya. Tulisan tersebut diterbitkan dalam Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies, tahun 2026. Artikel tersebut membahas bagaimana peran gender dinegosiasikan dalam keluarga pesantren

Artikel berjudul “Madura Bull Racing from an Islamic Perspective: A Study of Ethics, Animal Welfare, and Cultural Preservation” merupakan karya Hayyul Mubarok, Setya Yuwana Sudikan, dan Suhartono. Tulisan tersebut diterbitkan dalam Ascarya: Journal of Islamic Science, Culture, and Social Studies, tahun 2026. Artikel tersebut membahas karapan sapi sebagai warisan budaya masyarakat Madura yang memiliki nilai

Berdasarkan ketentuan yang berlaku, UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 35 ayat 1 dan UU No. 12 Tahun 2012 pasal 35 ayat 1, bahwa perguruan tinggi di Indonesia mengemban tiga kewajiban  penting pendidikan/ pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Pernyataan ini saya sampaikan pada acara “Meeting Professor” yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana

Artikel berjudul “Preventing Harm or Securing Certainty? Disparities in Religious Court Rulings on Polygamy Permits Resulting from Pregnancy Out of Wedlock” merupakan karya Sifa Mulya Nurani, Oyo Sunaryo Mukhlas, Siah Khosyi’ah, Ramdani Wahyu Sururie, dan Rohmad Nurhuda. Tulisan tersebut terbit pada Ascarya: Journal of Islamic Science, Culture, and Social Studies, tahun 2026. Artikel tersebut mengangkat

Eva Putriya Hasanah Ada satu bahan dapur yang namanya mungkin lebih sering muncul dalam candaan daripada pembicaraan tentang ilmu pangan: micin. “Jangan kebanyakan micin, nanti bodoh.” Kalimat semacam ini begitu akrab di telinga masyarakat Indonesia. “Kebanyakan micin” bahkan berkembang menjadi ungkapan sehari-hari untuk menggambarkan seseorang yang melakukan kesalahan atau bertingkah konyol. Karena terlalu sering diucapkan,

Artikel berjudul “Halal Entrepreneurship Intention among Muslim Students: The Mediating Role of Attitude, Risk-Taking Propensity, and Self-Efficacy” merupakan karya Iskandar Iskandar, Pupu Syaeful Rahmat, Sri Mulyati, Juliana Juliana, Asep Miftahuddin, Janah Sojanah, Shafinar Ismail, dan Inomjon Qudratov. Tulisan tersebut terbit pada Indonesian Journal of Halal Research, tahun 2026. Artikel tersebut berangkat dari perkembangan ekonomi halal

1 2 3 … 208