Hari Senin, 22/06/2026, sebenarnya saya harus menguji dalam Ujian Terbuka atas Disertasi yang ditulis oleh Promovendus Lukman Hakim, sebagai promotor dan penguji, akan tetapi waktunya bersamaan dengan acara Haflah Akhirus Sanah pada Yayasan Qarya Jadida di Desa Sembungrejo Kecamatan Merakurak Tuban. Jadwal pada acara Haflah ini sudah beberapa kali ditunda, sehingga saat ada undangan untuk
Eva Putriya Hasanah Memperbaiki barang yang rusak adalah kebiasaan orang jaman dulu yang biasa dilakukan sehari-hari.Bagi generasi yang tumbuh beberapa dekade lalu, barang rusak tidak selalu berarti barang yang harus dibuang. Sandal yang putus dibawa ke tukang sol. Payung yang patah diperbaiki. Setrika, radio, kipas angin, bahkan televisi sering kali diservis berkali-kali sebelum benar-benar tidak
Rasanya sudah banyak artikel saya tentang “Pendidikan Pesantren”. Hal ini tentu terkait dengan keinginan untuk menemukan distingsi di antara pendidikan pesantren dan pendidikan Islam. Dunia pendidikan tentu tidak ingin bahwa akan terjadi “perebutan” lahan atau area kajian berbasis pada subject matter atau body of knowledge di antara keduanya. Harus clear. Dengan demikian, para pengelola dua
Eva Putriya Hasanah Bagi banyak orang Indonesia, warung kecil adalah bagian dari kenangan masa kecil. Warung menjadi tempat membeli jajanan sepulang sekolah, membeli minyak goreng ketika persediaan di rumah habis, atau sekadar tempat menitip pesan kepada tetangga. Di banyak desa dan kampung, warung bukan hanya tempat transaksi ekonomi, melainkan bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Namun
Tidak diragukan bahwa para pimpinan dan dosen PTKI akan mempertahankan studi Islam. PTKIN harus mempertahankan dan mengembangkan studi Islam sebagai tugas kesejarahan. Para ulama termasuk dosen berada pada kawasan untuk mempertahankan studi Islam sebagai tugas waratsatul anbiya’, karena mempertahankan dan mengembangkan studi Islam merupakan mandat di dalam beragama. Tugas para akademisi PTKI adalah menjaga studi
Eva Putriya Hasanah Beberapa tahun terakhir, kegiatan volunteer atau kerelawanan semakin akrab dengan kehidupan anak muda. Tidak sulit menemukan mahasiswa yang menghabiskan akhir pekan untuk mengajar di daerah terpencil, mengikuti aksi lingkungan, menjadi panitia kegiatan sosial, atau terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat. Bahkan, banyak organisasi kini secara khusus membuka kesempatan bagi anak muda untuk menjadi
Adakah yang lebih hebat dari pendidikan pesantren? Saya rasa tidak. Pesantren merupakan pendidikan yang tidak hanya mengasah jasad, akan tetapi mengasah jiwa dan roh agar selaras dengan ajaran agama Islam yang sangat adiluhung. Pesantren bukan hanya mendidik agar santri menjadi insan yang sehat lahiriyah, akan tetapi juga sehat batiniah. Tidak hanya sehat batiniah atau jiwa
Ada sebuah keyakinan di kalangan pimpinan, dosen dan mahasiswa, khususnya mahasiswa Program Doktor, yang harus menghayati sejarah pengembangan studi Islam di masa lalu. Di antara yang perlu dicermati adalah adanya “kemenyatuan” dalam rumpun, bidang dan disiplin ilmu. Oleh karena itu, kemenyatuan studi Islam, atau sekarang disebut sebagai program integrasi ilmu sudah menjadi realitas historis di
Eva Putriya Hasanah Beberapa waktu terakhir, media sosial dipenuhi berbagai konten tentang cara membuat pupuk alami. Ada yang mengajarkan pembuatan kompos dari sisa makanan dapur, ada yang memperkenalkan eco enzyme, pupuk organik cair, biopori, hingga budidaya maggot untuk mengolah sampah organik menjadi pakan ternak dan sumber nutrisi bagi tanaman. Fenomena ini menarik perhatian banyak orang,
Jika kecerdasan buatan diminta memetakan tokoh-tokoh integrasi ilmu di Indonesia, nama Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si akan muncul dengan posisi yang unik. Meski tidak seterkenal Kuntowijoyo atau Amin Abdullah dalam literatur akademik yang dijadikan buku teks, kontribusi beliau dalam ranah praktis perguruan tinggi Islam negeri (PTKIN) dan implementasi integrasi ilmu nyata sangat signifikan. Pandangan
Pro. Dr. Nur Syam, MSi Suatu kebanggaan bagi saya secara pribadi karena dilibatkan di dalam acara yang ekselen oleh Forum Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (Fordakom) di Balikpapan, dalam tajuk mencermati terhadap rumpun ilmu dakwah di dalam dinamika perkembangan keilmuan di Kementeri Agama. Diskusi rumpun ilmu agama dengan bidang ilmu dakwah tentu menarik untuk diperbincangkan
Eva Putriya Hasanah “Kalau bisa beli di warung dekat rumah, jangan jauh-jauh.” Kalimat seperti itu mungkin akrab bagi banyak orang yang tumbuh di lingkungan perkampungan atau perumahan. Dulu, ketika gula habis, minyak goreng tinggal sedikit, atau bumbu dapur perlu ditambah, ibu hampir selalu mengarahkan kita ke warung tetangga. Bukan ke pasar modern, apalagi ke pusat
